Tapi benarkah saat pelaksanaan se- easy yang saya bayangkan….tunggu dulu…deng…deng…deng!
Bu Koord ( Karlina ) saya yang super duper rajinnya, mengamanahi saya mengajar di kelas III, V, I, II, VI. Saya sih senang senang saja dapat kelas manapun…& sejujurnya saya ‘bejo’ banget dapat jadwal seperti ini. Kenapa saudara - saudara? Karena oh karena, pada saat survey, saya sudah masuk di kelas kelas tersebut, kecuali kelas I & II. Kelas V, siswa putra terpantau begitu kelebihan tenaga & kreatifitas, jadi saat mendapatkan jadwal mengajar kelas V di jam 8.25, saya merasa beruntung, pastinya jam segitu anak – anak masih ‘on’, belum terlalu bosan dengan pelajaran.
Dan benar saja, hampir di semua kelas, anak anak begitu antusias mencoba Stetoskop & Sphygmomanometer saya. Bahkan mengalahkan rebutannya mereka saat mencoba menyikat gigi yang benar dengan Phantom, ataupun mencoba alat alat kesehatan gigi yang lain.
Yaak, rebutan…….dan inilah saat saat ‘ kritis’ saya ternyata belum mampu mengendalikan suasana hi…hi ( belum perlu bantuan Aparat Keamanan sih tapinya ). Semua anak maju, berjubel, berebut, mendorong teman lain, ingin mencoba lebih dulu, sampai saya khawatir Stetoskopnya terbang …!
Untungnya, sedikit wangsit menghampiri saya ‘ anak anak majunya bergilir per baris meja’, biar lebih teratur. Jadi sayapun berseru “ Ayo anak anak, kembali ke tempat duduk masing masing yaa, mencoba alatnya perbaris meja “ ( Ngga ngitung sih, bilang begitu berapa kali, tapi sepertinya 7 x lebih dah ). Sebentar anak anak duduk lagi, tapi sejurus kemudian saat saya menunjuk baris pertama yang maju, ada 2 anak di baris kedua yang menyelundup ikut maju; tak bisa diperingatkan….dan akhirnya anak anak lainnya pun ikut. Wahhh…
Tidak mengapa, yang penting, semoga anak anak mendapatkan semangat tersendiri untuk berjuang melanjutkan belajar, berjuang mewujudkan cita cita baiknya, apapun itu.
Bergerak bersama KI, saya berkesempatan mengamati banyak hal, dan lebih menyadarkan saya betapa banyak faktor yang mempengaruhi kwalitas pendidikan dan kwalitas pribadi seutuhnya seseorang. Guru yang kurang peduli dengan tugasnya sebagai Pendidik, ( mendidik semestinya tidak hanya sekedar proses mentransfer pelajaran, namun juga membentuk akhlak dan budi pekerti ), tidak akan menghasilkan siswa yang berkwalitas. Bersamaan dengan itu, orang tua yang keliru mendidik anaknya, tidak akan terbangun generasi yang berakhlak mulia dan cerdas; gemilang. Dan…. Wacana saja tak pernah akan bisa memperbaiki hal ini. Jadi mari kita mulai dari diri pribadi, keluarga, tetangga....terus bergerak…bergerak. ( mirip MLM yak, iklannya ) demi membangun generasi yang lebih baik.
Penutupnya…saya ingin KI akan terus ada, tidak hanya setahun sekali, dan menjangkau seluruh wilayah RI tercinta ini. Saya ingin, punya wadah untuk bisa menggerakkan anak anak memelihara kesehatan gigi sejak dini, karena sampling yg saya lihat kemarin, anak anak masih banyak kariesnya….weeitss ngga nyambung sama KI ya keinginan saya. Dan yang pasti, saya ingin… diberi kesempatan lagi untuk mengajar di KI. Semoga…
Salut, mari bergandengan tangan membentuk lingkaran buat teman teman Tim KI SD Surokarsan yang ocree….Karlina, Bu Ida, Bu Dewi, Mba’ Eis, Mba’ Iyenk, Yusak, Vira, Intan, Liman, Tege….berteman dengan temanss semua merupakan salah satu anugrah yang indah dalam hidup saya….
