Demo Buruh
menuntut kenaikan upah dan situasi Perekonomian dunia yang tidak stabil.
Sejujurnya 2 hal ini adalah pasangan klasik yang sering bermasalah setiap
tahun. Meskipun Pemerintah memiliki andil dalam penentuan Upah/UMR, namun
penyelesaian dari pihak Buruh dan Pengusaha akan menjadikan permasalahan ini
dapat diatasi dengan baik. Penyelesaian utamanya adalah mempersiapkan mental
Buruh dan mental Pengusaha untuk menghadapi keadaan ini. Ibarat penyakit ‘
kronis’, tentu saja pengobatannya tidak boleh hanya dilakukan pada saat kambuh,
namun harus benar – benar dijaga dalam proses hidup kesehariannya, sehingga
tidak menjadi kambuh atau lebih parah, atau bahkan mati. Jangan mengkambinghitamkan ekonomi dunia yang
tidak stabil, karena toh tidak ada seorang pun yang berani menjamin ekonomi
dunia stabil. Jadi hal terbaik adalah mempersiapkan kondisi untuk
menghadapinya. Pengusaha harus bisa me-maintance
perusahaannya sejak awal dengan baik, artinya Profit yang didapat harus bisa
diinvestasikan kembali dengan benar, selalu me-review kinerja Perusahaan, apakah biaya Produksi yang digunakan
selama ini sudah efisien, atau masih ada kebocoran yang sebenarnya sangat bisa
ditiadakan.
Buruh dan
Pengusaha. Menurut saya, sebenarnya Buruh termasuk aset utama perusahaan. Bila
aset ini tidak diberdayakan dengan benar, wajar bila hasilnya tidak sesuai yang
diharapkan. Saya sendiri pernah menjadi Buruh selama delapan tahun, namun tidak
pernah sekalipun melakukan demo menuntut kenaikan Upah. Bukan karena kami Buruh
penakut, tapi memang Perusahaan melakukan kami sangat layak dan fair untuk
sistem gaji. Apa kami tidak pernah bermasalah dengan Perusahaan ? Ada, tapi
bukan tentang gaji, bahkan sempat sedikit memanas, namun kami bisa duduk
bersama, saling memahami duduk persoalan, sehingga akhirnya bisa diambil
mufakat yang baik dalam penyelesaiannya.
Sebagai aset
utama Perusahaan, jangan pernah berfikir bahwa Buruh hanyalah seorang Pekerja
dengan pendidikan pas-pasan, yang tidak memiliki keahlian dan bisa dipaksa
bekerja sampai larut malam agar target shipment
tercapai; dengan imbalan uang. Namun jadikanlah Buruh sebagai Pekerja yang
berkwalitas, cerdas dan religius.
Kwalitas/
Kinerja Buruh yang baik, akan meningkatkan kwalitas produk dan kwalitas
perusahaan secara keseluruhan. Produk yang dihasilkan oleh sebuah Perusahaan
harus bermutu terbaik, no defect,
diterima customer tepat waktu dan tidak ada complain.
Banyak keuntungan Perusahaan dari sini; bahan baku produksi tidak terbuang
percuma, biaya produksi tepat, customer puas dengan kwalitas sehingga akan
menjadi pelanggan setia. Untuk mendapatkan kwalitas seperti itu, siapkan Buruh
menjadi Pekerja yang memiliki Kinerja berkwalitas dengan benar benar memahami
visi & misi Perusahaan, memahami detil arti kwalitas produk. Lakukan
Training Pemahaman Produk secara kontinyu, OJT(
On the Job Training) sehingga semua Pekerja paham dengan tugasnya dan cara
melakukannya. Inilah arti dari kwalitas seorang pekerja. Pekerja yang
berkwalitas akan menghasilkan produk yang berkwalitas.
Selanjutnya,
berdayakan Buruh menjadi Pekerja yang Cerdas. Cerdas yang bagaimana ? Kewajiban
Perusahaan juga kah untuk membuat Pekerjanya cerdas ? Iya! 100%. Dalam
rutinitas Perusahaan, tentu saja ada diwarnai berbagai masalah yang terkadang
muncul. Kecerdasan pemikiran dan kecerdasan perilaku pekerja, membuat cost dan
time yang dikeluarkan Pengusaha semakin kecil.
Pekerja yang cerdas perilakunya, tidak akan membiarkan AC, lampu, air,
mesin- mesin yang tidak perlu digunakan dibiarkan hidup, karena ia paham,
betapa Perusahaan akan membayar listrik lebih mahal karenanya. Betapa mahalnya
biaya untuk membeli mesin mesin dan peralatan, sehingga sangat sayang jika
sampai rusak hanya karena human error.
Kecerdasan lain yang perlu dibina Perusahaan adalah pengetahuan Buruh tentang
kondisi Perusahaan. Jujurlah saat Perusahaan bisa profit, rugi, atau hanya baru
bisa sekedar bertahan. Buatlah Pekerja memahami dinamika usaha yang tidak
selalu profit. Berikan kesempatan seluas luasnya kepada Buruh untuk mendirikan
Serikat Pekerja, jangan alergi dengan SP.Bina komunikasi yang baik dengan SP,
karena SP sebagai wadah suara Pekerja dapat menjadi jembatan yang sangat baik
bila terjadi perselisihan antara Buruh dan Pengusaha. Sudah ada SP namun malah
menjadi penggerak demo anarkis? Lihat dulu bagaimana komunikasi yang berjalan
sebelumya. Hal yang sangat penting juga, cerdaskan Buruh dengan Pelatihan
Pengelolaan Keuangan yang benar. Sangat mungkin, Buruh bergaji cukup, namun
karena tidak bisa mengatur keuangan, tidak tahu cara berinvestasi, akhirnya
keuangan minus terus setiap bulan sehingga merasa upahnya sangat kecil dan
tidak layak.
Terakhir,
berdayakan Buruh menjadi pibadi yang religius. Masih adakah Perusahaan yang
tidak memberikan waktu untuk Karyawan beribadah ? Itu sangat kuno! Kenapa ?
Buruh adalah manusia biasa yang ingin hidup seimbang. Diantara keseimbangan
hidup adalah mengusahakan kehidupan duniawi yang baik dan sekaligus
mempersiapkan kehidupan akhiratnya. Agama memiliki pagar pagar yang jelas
tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Agama memiliki pagar yang
jelas, kapan harus sabar dan kapan ketegasan dimunculkan. Kaitannya dengan
Perusahaan adalah setelah Pengusaha benar benar bisa menunaikan kewajibannya
kepada Pekerja, dan Pekerja telah bekerja dengan kwalitas terbaik kemudian
merasa layak untuk mendapatkan upah lebih tinggi, maka sisi cerdas dan
religiusnya akan membuatnya menyatakan permintaan kenaikan Upah dengan cara
yang baik dan tidak anarkis. Dia akan mempertimbangkan dengan seksama apakah
permintaan itu sesuai dengan kemampuan Perusahaan? Toh selama ini Perusahaan
sangat fair dengan para Buruhnya. Sisi Religiusnya akan menunjukkan langkah
langkah yang positif apabila perusahaan tidak mampu membayarnya sesuai UMR.
Itulah
beberapa poin penting yang menurut saya bisa menjadi solusi dari permasalahan
Upah Pekerja. Selarasnya antara Pengusaha yang Amanah dan kinerja Buruh yang berkwalitas, cerdas dan religius, akan
membawa dampak yang baik dari permasalahan yang sering berulang ini. Semuanya
harus dilakukan secara kontinyu dalam standar yang jelas dan terukur. Tidak
hanya dilakukan sebatas pada saat terjadi permasalahan saja.
Salam
Persaudaraan untuk sesama Buruh, Semoga Berjaya untuk Pengusaha yang Amanah.