Wednesday, December 11, 2013

~ MENJADIKAN BURUH BERKWALITAS, CERDAS DAN RELIGIUS SEBAGAI JALAN KELUAR PERMASALAHAN UMR ~


Demo Buruh menuntut kenaikan upah dan situasi Perekonomian dunia yang tidak stabil. Sejujurnya 2 hal ini adalah pasangan klasik yang sering bermasalah setiap tahun. Meskipun Pemerintah memiliki andil dalam penentuan Upah/UMR, namun penyelesaian dari pihak Buruh dan Pengusaha akan menjadikan permasalahan ini dapat diatasi dengan baik. Penyelesaian utamanya adalah mempersiapkan mental Buruh dan mental Pengusaha untuk menghadapi keadaan ini. Ibarat penyakit ‘ kronis’, tentu saja pengobatannya tidak boleh hanya dilakukan pada saat kambuh, namun harus benar – benar dijaga dalam proses hidup kesehariannya, sehingga tidak menjadi kambuh atau lebih parah, atau bahkan mati.  Jangan mengkambinghitamkan ekonomi dunia yang tidak stabil, karena toh tidak ada seorang pun yang berani menjamin ekonomi dunia stabil. Jadi hal terbaik adalah mempersiapkan kondisi untuk menghadapinya. Pengusaha harus bisa me-maintance perusahaannya sejak awal dengan baik, artinya Profit yang didapat harus bisa diinvestasikan kembali dengan benar, selalu me-review kinerja Perusahaan, apakah biaya Produksi yang digunakan selama ini sudah efisien, atau masih ada kebocoran yang sebenarnya sangat bisa ditiadakan. 


Buruh dan Pengusaha. Menurut saya, sebenarnya Buruh termasuk aset utama perusahaan. Bila aset ini tidak diberdayakan dengan benar, wajar bila hasilnya tidak sesuai yang diharapkan. Saya sendiri pernah menjadi Buruh selama delapan tahun, namun tidak pernah sekalipun melakukan demo menuntut kenaikan Upah. Bukan karena kami Buruh penakut, tapi memang Perusahaan melakukan kami sangat layak dan fair untuk sistem gaji. Apa kami tidak pernah bermasalah dengan Perusahaan ? Ada, tapi bukan tentang gaji, bahkan sempat sedikit memanas, namun kami bisa duduk bersama, saling memahami duduk persoalan, sehingga akhirnya bisa diambil mufakat yang baik dalam penyelesaiannya.


Sebagai aset utama Perusahaan, jangan pernah berfikir bahwa Buruh hanyalah seorang Pekerja dengan pendidikan pas-pasan, yang tidak memiliki keahlian dan bisa dipaksa bekerja sampai larut malam agar target shipment tercapai; dengan imbalan uang. Namun jadikanlah Buruh sebagai Pekerja yang berkwalitas, cerdas dan religius. 


Kwalitas/ Kinerja Buruh yang baik, akan meningkatkan kwalitas produk dan kwalitas perusahaan secara keseluruhan. Produk yang dihasilkan oleh sebuah Perusahaan harus bermutu terbaik, no defect, diterima customer tepat waktu dan tidak ada complain. Banyak keuntungan Perusahaan dari sini; bahan baku produksi tidak terbuang percuma, biaya produksi tepat, customer puas dengan kwalitas sehingga akan menjadi pelanggan setia. Untuk mendapatkan kwalitas seperti itu, siapkan Buruh menjadi Pekerja yang memiliki Kinerja berkwalitas dengan benar benar memahami visi & misi Perusahaan, memahami detil arti kwalitas produk. Lakukan Training Pemahaman Produk secara kontinyu, OJT( On the Job Training) sehingga semua Pekerja paham dengan tugasnya dan cara melakukannya. Inilah arti dari kwalitas seorang pekerja. Pekerja yang berkwalitas akan menghasilkan produk yang berkwalitas. 


Selanjutnya, berdayakan Buruh menjadi Pekerja yang Cerdas. Cerdas yang bagaimana ? Kewajiban Perusahaan juga kah untuk membuat Pekerjanya cerdas ? Iya! 100%. Dalam rutinitas Perusahaan, tentu saja ada diwarnai berbagai masalah yang terkadang muncul. Kecerdasan pemikiran dan kecerdasan perilaku pekerja, membuat cost dan time yang dikeluarkan Pengusaha semakin kecil.  Pekerja yang cerdas perilakunya, tidak akan membiarkan AC, lampu, air, mesin- mesin yang tidak perlu digunakan dibiarkan hidup, karena ia paham, betapa Perusahaan akan membayar listrik lebih mahal karenanya. Betapa mahalnya biaya untuk membeli mesin mesin dan peralatan, sehingga sangat sayang jika sampai rusak hanya karena human error. Kecerdasan lain yang perlu dibina Perusahaan adalah pengetahuan Buruh tentang kondisi Perusahaan. Jujurlah saat Perusahaan bisa profit, rugi, atau hanya baru bisa sekedar bertahan. Buatlah Pekerja memahami dinamika usaha yang tidak selalu profit. Berikan kesempatan seluas luasnya kepada Buruh untuk mendirikan Serikat Pekerja, jangan alergi dengan SP.Bina komunikasi yang baik dengan SP, karena SP sebagai wadah suara Pekerja dapat menjadi jembatan yang sangat baik bila terjadi perselisihan antara Buruh dan Pengusaha. Sudah ada SP namun malah menjadi penggerak demo anarkis? Lihat dulu bagaimana komunikasi yang berjalan sebelumya. Hal yang sangat penting juga, cerdaskan Buruh dengan Pelatihan Pengelolaan Keuangan yang benar. Sangat mungkin, Buruh bergaji cukup, namun karena tidak bisa mengatur keuangan, tidak tahu cara berinvestasi, akhirnya keuangan minus terus setiap bulan sehingga merasa upahnya sangat kecil dan tidak layak. 


Terakhir, berdayakan Buruh menjadi pibadi yang religius. Masih adakah Perusahaan yang tidak memberikan waktu untuk Karyawan beribadah ? Itu sangat kuno! Kenapa ? Buruh adalah manusia biasa yang ingin hidup seimbang. Diantara keseimbangan hidup adalah mengusahakan kehidupan duniawi yang baik dan sekaligus mempersiapkan kehidupan akhiratnya. Agama memiliki pagar pagar yang jelas tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Agama memiliki pagar yang jelas, kapan harus sabar dan kapan ketegasan dimunculkan. Kaitannya dengan Perusahaan adalah setelah Pengusaha benar benar bisa menunaikan kewajibannya kepada Pekerja, dan Pekerja telah bekerja dengan kwalitas terbaik kemudian merasa layak untuk mendapatkan upah lebih tinggi, maka sisi cerdas dan religiusnya akan membuatnya menyatakan permintaan kenaikan Upah dengan cara yang baik dan tidak anarkis. Dia akan mempertimbangkan dengan seksama apakah permintaan itu sesuai dengan kemampuan Perusahaan? Toh selama ini Perusahaan sangat fair dengan para Buruhnya. Sisi Religiusnya akan menunjukkan langkah langkah yang positif apabila perusahaan tidak mampu membayarnya sesuai UMR.


Itulah beberapa poin penting yang menurut saya bisa menjadi solusi dari permasalahan Upah Pekerja. Selarasnya antara Pengusaha yang Amanah dan kinerja Buruh  yang berkwalitas, cerdas dan religius, akan membawa dampak yang baik dari permasalahan yang sering berulang ini. Semuanya harus dilakukan secara kontinyu dalam standar yang jelas dan terukur. Tidak hanya dilakukan sebatas pada saat terjadi permasalahan saja.


Salam Persaudaraan untuk sesama Buruh, Semoga Berjaya untuk Pengusaha yang Amanah.

No comments: